Puisi ini melukiskan suasana alam dengan suara cemara yang berguguran sebagai simbol perjalanan hidup manusia. Tokoh “aku” dalam puisi menyadari bahwa hidup terus berjalan menuju akhir, seperti derai daun cemara yang jatuh satu per satu. Melalui gambaran tersebut, penyair mengungkapkan perasaan reflektif tentang usia yang semakin bertambah dan waktu yang tidak bisa dihentikan. Ada kesada…