Art Original
Genderang Perang Dari Wamena
Cerita ini berpusat pada kehidupan masyarakat pegunungan Papua yang masih memegang teguh adat istiadat, terutama tradisi perang antarsuku. Konflik muncul akibat persoalan harga diri, balas dendam, dan perebutan kehormatan yang diwariskan secara turun-temurun.
Tokoh-tokohnya digambarkan terjebak di antara dua dunia: tradisi lama yang mengharuskan mereka ikut dalam perang, dan keinginan untuk hidup damai di tengah perubahan zaman. Ketegangan meningkat ketika “genderang perang” ditabuh—simbol dimulainya pertempuran—yang membawa dampak besar, bukan hanya secara fisik tetapi juga emosional dan sosial bagi seluruh komunitas.
Melalui kisah ini, novel menyoroti:
kerasnya kehidupan di tengah konflik adat
nilai solidaritas dan keberanian
serta kritik terhadap siklus kekerasan yang sulit diputus
Tidak tersedia versi lain