Art Original
Qamaruzzaman ; Tiga Ksatria Gila
Novel Qamaruzzaman: Tiga Ksatria Gila karya Budi Darma merupakan kisah yang memadukan absurditas, humor gelap, dan perenungan filosofis tentang kehidupan.
Cerita berpusat pada tokoh Qamaruzzaman, seorang pria yang hidupnya dipenuhi keanehan dan pengalaman yang tidak biasa. Ia berinteraksi dengan tiga sosok yang dijuluki “tiga ksatria gila”—tokoh-tokoh eksentrik dengan perilaku nyentrik dan cara berpikir yang di luar kebiasaan. Masing-masing ksatria mencerminkan sisi berbeda dari kegilaan manusia: ada yang terobsesi pada ide tertentu, ada yang tenggelam dalam dunia imajinasi, dan ada pula yang mempertanyakan realitas secara ekstrem.
Melalui pertemuan dan dialog dengan mereka, Qamaruzzaman seolah diajak (dan mengajak pembaca) untuk melihat ulang batas antara kewarasan dan kegilaan. Alur cerita tidak selalu linear, sering kali terasa surealis dan penuh simbol, sehingga pembaca diajak menafsirkan makna di balik peristiwa-peristiwa yang tampak aneh.
Secara keseluruhan, novel ini bukan sekadar cerita tentang “orang gila,” melainkan refleksi tentang kondisi manusia: kesepian, pencarian makna hidup, serta bagaimana masyarakat memberi label “normal” atau “tidak normal.” Gaya penulisan Budi Darma yang khas membuat kisah ini terasa unik, menggabungkan realitas dengan absurditas secara halus namun tajam.
| Judul | Edisi | Bahasa |
|---|---|---|
| Qamaruzzaman ; Nasihat Terakhir | Cet. 3 | en |