Text
Mi'raj Menebus Konstelasi Langit
Rajab sekitar 1437 tahun silam, setahun sebelum peristiwa Hijrah. Di tengah rasa duka yang meraja setelah istri tercinta dan sang pamanda dipanggil ke hadirat-Nya, Muhammad SAW mengalami perjalanan suci tiada tara dalam mengarungi semesta yang tak seorang pun pernah mengulanginya, baik di masa kini apalagi di masa silam. Usai menunaikan shalat isya’ di kediaman Ummi Hani’ binti Abi Thalib RA, keponakannya, Allah SWT memperkenankan seorang Muhammad SAW menjalani perjalanan suci. Di malam itulah beliau ber-isra dari kotasuci Makkah menuju Masjid al-Aqsha yang menjadi episentrum kawasan al-Haram asy-Syarif di Yerusalem. Isra tersebut menempuh ribuan kilometer, namun direngkuh dalam waktu singkat. Dan dari al-Aqsha, beliau bermi’raj ke kawasan antah berantah di tengah-tengah keluasan langit yang disebut Sidratil Muntaha.
Tidak tersedia versi lain