Text
Tuhan Pun Berpuasa
Membaca judulnya saja, kita akan tertarik untuk mengetahui makna dari kata "Tuhanpun berpuasa". Apalagi lihat cover bukunya sudah terasa cak Nun tersenyum seakan mengajak berdialog langsung pada pembaca. Hehe...
Pada dasarnya saya lebih suka mendengar cak Nun berpidato daripada membaca tulisannya. Pemilihan kata yang kerap kali "menohok/mak jleb" dengan guyonan jawanya menjadi ciri khas yang saya suka, tetapi mungkin juga sekaligus menjadi kelemahan dari buku-buku karangan cak Nun. Beberapa penggalan kata yang sulit dimengerti maksudnya karena kadang masih terselip penggunaan bahasa Jawa.
Kejelian Cak Nun dalam melihat subtansi sesuatu Tak diragukan lagi. Beliau membuat analogi yang menarik atas analisa situasi yang sedang terjadi pada kita, beliau melihat berbagai hal dan “menyusun ulang” secara berbeda. Beliau terus terang mengkritik masyarakat tanpa menghakimi. Beliau membangun hubungan romantis dengan Tuhan seperti kebanyakan tokoh sufi yang terkenal. memandang hubungan timbal balik antara Tuhan, manusia, alam semesta, dengan cara yang membuat segala sesuatu terdengar masuk akal.
Tidak tersedia versi lain