Membaca judulnya saja, kita akan tertarik untuk mengetahui makna dari kata "Tuhanpun berpuasa". Apalagi lihat cover bukunya sudah terasa cak Nun tersenyum seakan mengajak berdialog langsung pada pembaca. Hehe... Pada dasarnya saya lebih suka mendengar cak Nun berpidato daripada membaca tulisannya. Pemilihan kata yang kerap kali "menohok/mak jleb" dengan guyonan jawanya menjadi ciri khas yan…