Mande, binar cintaku ini tetap milikmu. Meski binar bahagia di matamu yang keriput redup ditelan usia. Tak lagi memiliki arti seperti dulu. Mande, kurindu sinar kecemasan itu di matamu. Saat mendapati diriku bermuram durja. Biarlah kini kecemasan itu menjadi milikku. Yang kian hari dipenuhi rasa putus asa. Mande, tak akan mungkin kulupa. Kedua pelupuk matamu yang menganak sungai oleh air …