Art Original
Derai - Derai Cemara
Puisi ini melukiskan suasana alam dengan suara cemara yang berguguran sebagai simbol perjalanan hidup manusia. Tokoh “aku” dalam puisi menyadari bahwa hidup terus berjalan menuju akhir, seperti derai daun cemara yang jatuh satu per satu.
Melalui gambaran tersebut, penyair mengungkapkan perasaan reflektif tentang usia yang semakin bertambah dan waktu yang tidak bisa dihentikan. Ada kesadaran bahwa manusia tidak bisa menghindari kematian, namun tetap harus menjalani hidup dengan penuh makna.
Suasana puisi cenderung tenang, melankolis, namun juga penuh penerimaan. Tidak ada penolakan terhadap takdir, melainkan sikap pasrah yang bijaksana terhadap perjalanan hidup.
Tidak tersedia versi lain